Saturday, November 16, 2013


Format usaha kecil menengah dikaitkan dengan sektor informal yang menghuni 80 persen postur ekonomi nasional. Maka, ketika Cina–Asean Free Trade Area akan bergulir, UMKM kelabakan. Bak Chris John lawan Mike Tyson. Kita kalah kelas. Kalah unggul. Kita belum siap. Di sini, diperlukan peran daerah dalam memberi insentif bagi UMKM. Salah satunya, lewat pinjaman daerah.
Tip Mendapatkan Pinjaman Daerah, Cara Memperoleh Pinjaman Daerah, Pinjaman Daerah untuk Usaha, Pinjaman Daerah Untuk Memulai Bisnis, Pinjaman Derah untuk UMKM, Pinjaman Usaha Tanpa Agunan, Cara Pinjaman Perumahan Kerajaan, Cara Pinjaman Mara, Pinjaman Usaha Kecil Mandiri, Pinjaman Modal Usaha Kecil Tanpa Jaminan, Peminjaman Modal Usaha, Pinjaman Modal Usaha Syariah, Bisnis Waralaba Modal Kecil, Pinjaman Modal Tanpa Jaminan, Jual Beli Pinjaman Untuk Usaha, Pinjaman Modal Usaha Tanpa Bunga, Usaha Modal Kecil Untung Banyak, Pinjaman Usaha Maju, Usaha Rumahan Modal Kecil, Cara Pinjaman Perumahan, Pinjaman Swasta 2013, Cara Pinjaman Kereta, Pinjaman Modal Usaha Tanpa Agunan, Pinjaman Untuk Usaha Kecil, Pinjaman Modal Usaha Untuk Mahasiswa, Pinjaman Usaha Kecil, Pinjaman Modal Usaha Mandiri, Pinjaman Swasta Bergaji Rendah, Cara Pinjaman Jamsostek, Pinjaman Modal Usaha Bni, Pinjaman Usaha Tanpa Jaminan, Pinjaman Usaha Bank Mandiri, Usaha Waralaba Modal Kecil, Cara Pinjaman Easy Rhb, Bisnis Modal Kecil Untung Besar, Bisnis Modal Kecil Menguntungkan, Bisnis Property Modal Kecil, Pinjaman Swasta Bank Rakyat, Jenis Usaha Modal Kecil, Bisnis Rumahan Modal Kecil, Peluang Bisnis Modal Kecil Untung Besar, Cara Mendapatkan Pinjaman Modal Usaha, Bisnis Sampingan Modal Kecil, Ide Bisnis Modal Kecil, Pinjaman Modal Ukm, Pinjaman Modal Usaha Bank Mandiri, Cara Pinjaman Bank Mandiri, Pinjaman Modal Usaha Tanpa Jaminan, Pinjaman Untuk Pekerja Swasta, Pinjaman Modal Tanpa Agunan, Syarat Pinjaman Mara Untuk Ipts, Pinjaman Swasta Blacklist 2013, Ara Pinjaman Uang Di Bank, Pinjaman Modal Usaha Bank Btpn, Syarat Pinjaman Mara Untuk Perniagaan, Pinjaman Dana Usaha
Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tengah didorong untuk kian kompetitif. Terutama, ketika pasar modern masuk deras ke Indonesia. Profil UMKM berkibar ketika krisis ekonomi 98 melanda. Usaha kecil menengah jadi tulang punggung ekonomi nasional ketika pasar modal dan pasar uang bangkrut. Namun, sejak reformasi bergulir, usaha kecil menengah seolah terpinggirkan.

Kebijakan Afirmatif

Contoh Kasus - Joko Wi, ketika menjadi Walikota Solo, jadi fenomenal ketika berhasil membujuk para PKL untuk dilokalisasi. Tanpa kekerasan. Tanpa penggusuran. Keberhasilan ini kontras dengan kebijakan sejumlah daerah yang mengerahkan perangkat Satpol PP untuk berhadapan dengan para pedagang kecil. Kebijakan di Solo ini patut jadi contoh model kebijakan afirmatif terhadap sektor usaha kecil menengah.

Lalu mengapa pinjaman daerah menjadi kunci signifikan?
  • Insentif.
    Berkutat dengan usaha kecil menengah, bukan usaha konglomerasi yang sekali untung meraup jutaan dolar. Profit usaha kecil menengah tidak besar. Maka, insentif (pendorong) harus diberikan oleh pemerintah daerah.
  • Modal awal.
    Di sebagian benak masyarakat, memulai usaha harus punya modal. Maka, mental jadi pekerja lebih besar ketimbang membuat lapangan pekerjaan. Pinjaman daerah bisa memupus miss persepsi ini. Modal awal diperoleh dari pinjaman daerah. Merintis usaha pun tidak terkendala soal modal.
  • Sektor formal.
    Menurut Rhenald Khasali, sektor informal harus berubah menjadi sektor formal. Dengan demikian, Indonesia bergerak menuju pemantapan ekonomi. Namun, butuh biaya besar menuju transformasi tersebut. Misalnya, soal sumber daya manusia, kultur, dan edukasi. Pinjaman daerah bisa menjadi titik tolak untuk membantu proses transformasi tersebut.
Edukasi

Selain memberi dalam bentuk pinjaman daerah (uang), daerah perlu investasi segi edukasi. Pelatihan mengenai usaha kecil menengah harus masuk ke desa-desa, kampung, gang-gang sempit. Terutama, usaha yang sangat kecil. Misalnya, toko kelontongan. Edukasi akan membuat sektor usaha kecil menengah tumbuh dari dalam.

Karena berbekal ilmu, kreativitas akan kian terasah. Pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan insitusi pendidikan (kampus). Misalnya, para mahasiswa Akuntansi mendampingi para pedagang kecil dalam mengelola anggaran. Dengan ini, pinjaman daerah tidak berdimensi materi saja, tetapi mempunyai nilai tambah, yaitu edukasi.


<!--moveads 600-->

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!